Thursday, October 04, 2007

MENGHENTIKAN WAKTU


Kamisku takkan sama
Jumatku takkan lagi sama
Sabtu, Minggu, Senin
Bahkan November dan Desember pun begitu
Tidak akan sama

Jalanku telah berakhir
Disinilah aku berhenti

Beribu cerita indah, senyum, dan air mata
Yang hanya akan dibawa

Dan kembaliku ke jurang gelap
Karena mungkin memang disitu tempatku

Hanya tahu menyakiti
Cuma mengerti diri sendiri

Aku benci diriku

Maaf pun mungkin tak cukup
Menambal kecewa yang diukir

Maka terimalah saja jalanmu, diri...
It's you again..and it's always been you...

Don't you ever stop hurting?

14:05 - 04 Oktober 2007

Thursday, September 20, 2007

A DAY LIKE YESTERDAY


Satu hari lagi terlewati
Meniti jalan hingga hari ini

Seribu cerita menyambung
Menguak sisi terang dan gelap diri

Sampai ada di angka sekian
Bersama kisah pilu dan girang

Besok pasti menjelang
Menitip cerita yang belum mulai

Hanya sepuing hati terlunta
Tak berumah

Menyusuri terik matahari
Menutupi luka yang tak lagi berdarah

Sejumput doa terkirim subuh tadi
Di sela mimpi tak indah

Mengiring sebelah hati
Kembali melintasi badai

Hanya ini yang bisa diberi
Diharap yang terbaik untuk datang

happy birthday, my sun..
like it or not.

14:00 - September 20, 2007

Friday, September 14, 2007

PREMONITION?


It’s just an awkward feeling
It surely is...
I couldn’t have it in words
But it’s there and it hurts

Maybe it’s only a day passes by
Or maybe it’s just only me
The over thinking me
Or maybe it’s true
I don’t know

The thoughts just scrambled
They teared apart my mind
Nothing I can do
None of a single thing

Keep it?
Or just ignore it?
I don’t know

It’s just awkward!

My heart tells me something
But I don’t know what it is
I just don’t know

16:00, September 14, 2007

UNSPOKEN


Berteman dengan diam hendakku
Mengobati luka yang itu-itu juga
Yang entah bisa sembuh, entah tidak

Aku ingin sembunyi
Dari dunia, dari manusia

Berdiam saja
Mengurai perih
Menjiwai sedih

Semoga saja ada pelangi menemani

08:50 – September 14, 2007

Friday, July 20, 2007

Catatan Diri (?!)



Di jurang dalam aku sepertinya
Menangisi diri tak berujung

Jarang diri menjadi lelah
Begitu lelah, lelah sekali

Tapi setiap perhentianku
Diri menjadi begitu tak berwujud
Berlumur lumpur dan debu
Berkubang dalam sesal berjuta

Setan berpesta bergelimpang
Menjadikan hati terpasung lemah
Tanpa tenaga

Rendahnya diri dipandang orang
Menuai rasa perih tak terperi

Bertahanlah, sayang...

July 17, 2007

Tuesday, July 17, 2007

AKU: BUAT DIRIKU


Datangku tanpa muka
Berharap pun tidak untuk terlihat
Tapi jalanku mantap

Sinis wajah menjadi santap
Tak terlupa kata menghujat
Lalu langkahku gemetar

Bibirku kelu
Tanpa kata terucap
Tak bisa melawan
Dan aku cuma diam
Biar disimpan semua dalam hati

Mungkin memang ini upahku
Atau mungkin juga mereka
Yang tinggal di tempurung pikirannya sendiri

Di bawah mendung, Juli 17, 2007

Wednesday, May 30, 2007

...


Aku hanyalah debu
Yang terlalu percaya
Bahwa aku akan menjadi pasir
Yang bermimpi akan menjadi tanah

May 30, 2007

Wednesday, March 28, 2007

WHITE


"Times like these, it does make the half heart helpless..."

Yes...Helpless.
Knowing the other half lies hopelessly
And helpless is the other half

Afterwards the times slowly passes by
Creeping those angers and unanswered questions
Those who knew that heart cannot be cheated
And the outlook could be deceiving
May some way could be found
And some sparks will lead the way

Life...
is full of surprises...
is full of intriques...
Stop at the other end; life is a secret

Where no one knows the start yet the end

Being helpless reveils...
That you know...your secret story's still alive

16:50 - March 28, 2007

DARI HATI...


Sekedar hanya isak tangis
Berderai menuai beban hati
Sendiri, tak berteman...
Hanya sunyi berdecak

Dalam hati hanya mencoba
Dari hati datangnya tanya

Tak puruk diri disalahkan sendiri
Tanpa alasan, hanya karena kesalahan
Lalu yang berlalu
Datang yang mendatang

Entah apa menghadang
Yang ada cuma esok dan harap

16:35 - March 28, 2007

Monday, January 22, 2007

SAYA


Saya adalah mata
Yang dapat melihat warna hati

Saya adalah telinga
Yang bisa mendengar hujat dan puja

Saya adalah hidung
Yang mampu mencium busuk prasangka

Saya adalah tangan
Yang mampu menyulam tawa menjadi tangis

Saya adalah kaki
Yang bisa berjalan mengarungi hidup

Saya adalah cinta
Yang bisa memabukkan dan membahagiakan

Saya adalah hati
Karenanyalah saya hidup
Dan karena hati jugalah saya mati

14:45, Januari 22, 2007

MENCARI DIRI


Tak pernah jera menuai dosa
Luapkan seluruh warna beriring doa

Kata hanya sebatas kata
Tak pernah penuh mantapkan arti
Diri hanya tak bosan menari
Melanglang menerjang lewati pelangi

Jatuh sesekali
Bangun lagi

Jalan kembali
Terus berlari

Kemanakah hendak pergi?
Tak tahu...

Diri hanya pergi mencari diri
Mencari apa yang dimaui hati
Walau kadang hanya menangis
Meratapi diri melalui hari

Bingung!
Entah apa dicari

Karena semua hanya menunggu mati

14:20, January 22, 2007

Tuesday, December 19, 2006

RASAKU


Malu...
Bersalah...
Takut...
Tak pantas...

Salahku sendiri

08:45 – December 19, 2006

Wednesday, November 15, 2006

SATU HARI

Laraku torehkan sepi
Melolongkan sunyi tembusi gelap
Lewati waktu dan kekalkan dimensi

Cukup tak tercukupi suapi diri dengan rintih
Merindu menjadi batu persembahan bagi para dewi

Satu lagi hari terlewati
Tumpah semua sesak
Penat hati menanti

Turunlah hujan, sirami diri
Beri aku satu hari temui pemilik hati

18:54 – November 15, 2006

Wednesday, September 13, 2006

AKU MENCARI MIMPI


Ada setangkup rasa yang menjelma dalam diam,
Menilik sepi mencari makna,
Bersisipan rasa itu dan ini, ini dan itu tak tentu juga,
Lewat hanya detik berpagut dalam menit dan jam, serta hari, lalu lewat,
Tak sebersitpun singgah,
Mampir barang sejenak dua pun juga tidak,
Ruang yang ada hanya jauh dan bentang,
Jelmai titik diri menebak mimpi,
Satu dan dua, mungkin juga seribu berpilin simpul rumit,
Merangkai tali menjadi sutra,
Serupa rasa, mirip juga rindu,
Tak sama juga, dekat hanya mungkin,
Bernyanyi hati tak tentu nada,
Ada dan tiada bersampir temui duka,
Menerobos suka, tapi tidak cita.

Aku mencari mimpi. Barang satu ataupun dua bolehlah.
Tapi mohon...berikan aku nyata, sesaatpun tak apa.

23:53 – September 13, 2006

Wednesday, September 06, 2006

RINDU


Denting kalbu, mencari lagu
Memainkan nada, pertanda gundah

Sulur sulur waktu hanya meratap
Menangisi detik berlalu lewati gelap

Silih hati berganti rasa dan tanya
Mendulang sesal tak kunjung selesai

Kunang kunang duduk terpaku
Mendiami hati dalam tumpukan kaku

Sesekali rasa datang menderu
Membongkar perisai penjaga logikaku

Satu saja pinta bersauh
Hanya disampingmu yang aku mau

Berlumur rindu, menuai sendu
Kapankan bertemu? Aku juga tidak tahu...

Aku rindu kamu, ri...Sejadi jadinya bisa rindu dirasa.

12:00 – September 6, 2006

Thursday, August 24, 2006

MENGURAI DIRI


Tempa berulang, hati tak gentar
Percikan api, tambahkan pasti
Lewati bara, kuatkan rasa

Duduk saja berdiam gundahmu
Ratapi apa yang dipunya dalam diam
Biar saja semua berurai
Mengendap bersama rasa merasa

Tanya saja hati...
Sisi mana boleh dijaga
Bagian mana pantas disimpan

Temukan jawab, tembusi ego
Selaksa makna, berjuta hampa

Lalui saja semua
Temukan cahaya diujung sana
Mungkin jalan kembali, atau bahkan bukan sama sekali
Hanya diri yang jawab, semoga tanpa bimbang
Menguatkan jiwa, sempurnakan rasa

*Untuk sahabat2 yang sedang tersesat...

00:32 – August 24, 2006

Saturday, August 19, 2006

Titah Ombak...

Menjadi milikmu melengkapkan
Yang ada cuma kesempurnaan

Pilihan biar saja terbuat
Ribuan beda tak pernah menjadi halang
Indah dan bahkan melengkapkan, kata kita
Namun hanya hati yang boleh tahu
Cuma tulus yang dipunya jiwa
Entah sampai kapan boleh termiliki

Biar saja...
Dalam lingkar waktu semua akan terjawab

01:33 – August 19, 2006

BERDIRILAH DIRI...


Biar saja kuretas dinding tinggi ini tanpa batas
Menjadikan pantulan rasa yang membentur sebagai kaca
Menjadikan setiap serpih sebagai bekal diri

Gaung rasa luruh itu pecah
Runtuh
Berurai
Hancur

Dapatkah diri berdiri?
Mengutipi setiap sisi luruh untuk bangkit
Lewati titik rasa dengan satu cara

Mungkin hanya perlu bersyukur
Dengan semua kehampaan yang melanda

Berdiamlah, diri...
Sejenak saja juga boleh
Belajar letakkan diri pada tempatnya
Agar dinding tinggi itupun tak lagi jadi aral
Agar yang dipunya cuma indah
Tanpa perih tanpa sedih
Cuma indah...

Tell me that you’re for real, even just for a moment...please...

00:53 – August 19, 2006

Tuesday, August 08, 2006

BULAN PENUH

“Lihat, sayang…
Bulan penuh…
Aku lihat wajah cantikmu diatas sana
Membawa senyummu untukku
Aku kangen…”

Lihat juga, sayang…
Apa yang kita punya?
Sakitkah? Indahkah?

Mengapa semua mendera kita begitu hebat?
Menjadikan hati serasa limbung
Harus apa dirasa
Harus bagaimana ditindak

Langitnya terang, sayang…
Mengapa langit kita tidak bisa seperti itu?
Mengapa langit kita tak bisa menentukan warna?

“Langit kita punya warna, sayang…
Langit kita cerah sempurna, tanpa mendung.
Coba lihat ketika setiap kita bergandengan tangan.
Coba pandang ketika kita hanyut dalam peluk.
Langit kita sempurna….”

Engkau lihatkah dari sana bulan ini juga, sayang?
Bukan hanya senyum yang kutitip padanya barusan
Aku titip juga telingaku untuk mendengarmu membagi
Aku titip juga tanganku untuk mengusap rambutmu

“Bulan yang sama juga, sayang…
Biar aku ambil semua titipanmu padanya.
Untuk temaniku selalu…”

Tidurlah, sayang…
Mimpikan aku bersama adamu malam ini

23:48 – August 8, 2006

Monday, August 07, 2006

SETIMPALKAH?


Setumpuk rasa yang setimpal indah dan sedihnya
Bertemu dan berpisah

Selalu disana
Terbawa dalam hati yang tak cukup rasa membagi

Melewati jam yang seperti detik
Melalui hari yang seperti menit

Setimpalkah rasa ini?

Indah yang sempurna
Juga sedih yang tak bercela

Tak tahu aku
Bagaimana lagi dihadapi

Mungkin karena ini kita ada
Rasa yang lahir tanpa nama

Milik kita
Walau cuma sebentar

Tak apa
Biar saja begini, toh akan ada lagi nanti

Entah kapan…tak pernah pasti
Tapi yakin saja hati, bahwa semua akan terjadi…lagi

21:01 – August 7, 2006